5 Strategi Utama Merintis Usaha

Menjadi entrepreneur merupakan incaran banyak orang, terlebih sekarang ini sudah menjamur seminar-seminar entrepreneurship yang menawarkan berbagai ilmu serta pelatihan yang disertai dengan kiat–kiat untuk memulai sebuah usaha supaya sukses.

Akibat hal tersebut kini banyak pengusaha pengusaha baru yang bermunculan untuk menawarkan produk produk mereka, sehingga banyak pula pengusaha baru yang berguguran karena tidak kuat bertahan dengan persaingan bisnis dengan pengusaha-pengusaha lain.

Tentu saja dari banyaknya fenomena tersebut menjadi sebuah peringatan pasti bagi para pengusaha-pengusaha baru. Maka dari itu supaya cita-cita kamu menjadi kenyataan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat merintis usaha:

1. Target konsumen

Pastikan kamu sudah menentukan pangsa pasar terlebih dulu sebelum kamu memikirkan banyak hal lain untuk merintis sebuah usaha berbisnis. Menentukan pangsa pasar akan memudahkan kamu untuk menentukan kualitas dan jenis produk usaha. 

Misalnya di dunia kuliner, konsumen kelas atas, menengah dan bawah punya kecenderungan yang berbeda mengenai sajian makanan. Konsumen kelas atas akan lebih mementingkan rasa makanan saat memilih restoran, sedangkan kalangan menengah ke bawah akan lebih mementingkan banyaknya porsi makanan dibandingkan rasanya.

2. Merek usaha

Ciptakan merek usaha (brand) atau nama dagang yang unik, mudah diingat dan juga menarik pelanggan. Jangan pernah memberikan nama yang terlalu sulit karena tidak akan mengesankan pelanggan. Nama yang sulit menyebabkan promosi dari mulut ke mulut juga sulit dijalankan.

3. Strategi promosi

Gunakan strategi promosi yang tepat di awal usaha untuk memperkenalkan dan menarik konsumen supaya tertarik mencoba produk kamu. Misalnya dengan memberikan diskon produk atau memberikan bonus, membuat brosur, spanduk.

4. Hitunglah semua biaya dengan teliti

Saat merinci modal usaha, hitunglah dengan teliti sampai biaya yang paling kecil. Hal ini berguna untuk mempermudah kamu menghitung semua kebutuhan supaya tidak kurang modal. Karena satu kesalahan yang sering dilakukan para pebisnis pemula adalah tidak memperhitungkan biaya karyawan dengan tepat.

“Sekalipun di awal usaha kamu belum memiliki karyawan, namun kamu tetap harus memperhitungkan biaya tenaga kerja. Di sini kamu bertindak sebagai karyawan, sehingga sekecil apapun itu kinerja kamu harus diperhitungkan. Tindakan ini bertujuan sebagai salah satu upaya penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus untuk mengukur sejauh mana perkembangan usaha yang kamu lakukan.

5. Menabung laba

Sekecil apapun laba usaha yang didapatkan dari hasil penjualan kamu, sebaiknya ditabung. Setelah laba terkumpul cukup banyak, jangan terburu-buru untuk membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang kamu inginkan.

Kamu bisa menggunakan laba dari hasil yang kamu dapatkan tersebut untuk memperbesar usaha kamu. Disisi lain sisakan juga 80 persen dari laba usaha yang kamu dapatkan tersebut untuk tabungan sekaligus sebagai dana persiapan untuk membeli berbagai kebutuhan tambahan atau kebutuhan tak terduga.



::Dari Berbagai Sumber::

No comments:

Post a Comment