Tips Mengatur Omzet Secara Bijak

Siapa yang tak suka ketika mendapatkan omzet penjualan yang besar? Semua pelaku bisnis melakukan berbagai cara agar tujuan utamanya, yaitu omzet yang besar bisa mereka dapatkan. Namun, tak sedikit pebisnis yang belum siap saat mendapatkan omzet besar.

Terlihat saat mereka menggunakan keuntungannya demi hal yang tak begitu penting. Kebiasaan yang konsumtif tersebutlah membuat banyak pengusaha gulung tikar. Ketika mendapat omzet yang tinggi, pebisnis harus cermat dalam menggunakannya. Jangan hanya karena nafsu semata, uang yang terkumpul raib begitu saja. Nah, sebagai pebisnis cermat, tak maukan mengalami hal seperti itu?



Di bawah ini terdapat tips mengatur omzet secara bijak.

1. Buat Perencanaan Keuangan

Terlebih dahulu, buatlah perencanaan keuangan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan. Catat kepentingan atau kebutuhan agar kamu tak terjebak dalam pengeluaran konsumtif. Tak hanya sekadar mencatat, kamu juga harus tertib menjalankannya. Tanpa adanya perencanaan keuangan, mungkin kamu terjebak pada pengeluaran konsumtif karena “kaget” dengan keuntungan yang tak biasa.

2. Pemetaan Anggaran

Anda juga harus memperkirakan pendapatan dan pengeluaran selama satu tahun. Hal-hal apa saja yang akan kamu realisasikan pada satu tahun akan memudahkan kamu mengatur keuangan. Pemetaan anggaran sangat membantu kamu dalam mengatur arus kas dalam setiap bulannya. Jadi, ketika ada pengeluaran besar pada bulan tertentu, arus kas kamu tak akan terganggu.

3. Bayar Utang

Ketika kamu mendapatkan omzet besar, mungkin yang hanya dipikirkan perihal bagaimana mengembangkan bisnis. Hal-hal untuk memajukan bisnis, kamu jalankan. Namun, jangan sampai lupa dengan utang. Ketika mendapat rezeki banyak, segeralah lunasi kewajiban kamu.

4. Dana Darurat

Usaha kamu tak punya utang? Bukan berarti kamu bisa menghabiskan keuntungan secara konsumtif. Sebaiknya simpan uang untuk dana darurat karena kamu tak akan tahu apa yang terjadi ke depan. Sebaiknya, siapkan 3 hingga 6 kali biaya operasional untuk dana darurat.

5. Dana Investasi

Dana darurat bukan berarti sama dengan dana investasi. Tak ada salahnya untuk kamu menyisihkan omzet berlebih tersebut untuk investasi pengembangan bisnis kamu. Tak mau bukan jika usaha kamu jalan di tempat?




::Herti A::

No comments:

Post a Comment