Skip to main content

3 Kiat Jitu Promosi Melalui Media Cetak

Melakukan promosi melalui media massa cetak, seperti koran atau majalah berbeda dengan melakukan promosi di media sosial. Jika, promosi melalui media sosial atau online kamu bisa memilih opsi yang tidak dipungut biaya, alias gratis tapi banyak juga yang sudah menyediakan promote berbayar, dan untuk promosi di media cetak mau tidak mau kamu harus merogoh kocek untuk menampilkan profil usaha kamu di media cetak tersebut.

Kekuatan media cetak memang berbeda dengan media online, bentuk fisik media cetak yang lebih flexibel untuk dibawa dan dibaca di mana saja sehingga membuat para pembaca akan lebih mudah mengingat apa yang mereka baca dibandingkan lewat situs internet. Termasuk dalam hal ini adalah membaca promosi iklan yang ditampilkan di majalah atau koran tersebut. Mereka pun akan lebih mudah melakukan kontak dari halaman iklan yang dibaca tanpa perlu mencari-cari informasi lagi dari internet. 

Keunggulan tersebut membuat banyak pelaku bisnis berbondong-bondong melakukan penawaran produknya melalui media cetak. Masalahnya, tarif pemasangan iklan di media cetak cukup bervariasi dan tidak semua pengusaha sanggup membayar untuk memasang iklan di media cetak. Terlebih lagi ada faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan bagi para pengusaha tersebut untuk memasang iklan, di antaranya adalah popularitas media cetak tersebut di kalangan pembaca. Media yang memiliki banyak pembaca sudah tentu memiliki prospek bagus untuk promosi, sebaliknya pengusaha akan enggan memasang iklan di media cetak yang belum memiliki banyak pembaca.

Di bawah ini ada 3 kiat yang bisa menjadi bahan pertimbangan para pelaku usaha sebelum memasang iklan melalui media cetak, yaitu:

1. Selektif terhadap jenis media yang akan di gunakan

Apabila kamu berniat memasang iklan promosi di majalah atau koran, perhatikanlah konten media cetak di tempat kamu memasang iklan tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan promosi kamu atau tidak. Pilihlah media cetak yang memiliki segmen pembaca dari masyarakat luas.

Misalnya, jangan memasang iklan usaha mie ayam di media cetak yang konten isinya penuh dengan berita bertemakan politik atau kriminal. Sebaiknya iklan promosi dipasang di koran dan majalah yang konten isi lebih banyak informasi seputar hiburan atau bisnis. Karena segmen pembacanya sudah tentu dari masyarakat luas yang punya ketertarikan terhadap produk kamu.

2. Pemilihan jenis iklan

Dalam media cetak terdapat dua jenis model iklan promosi, yaitu iklan kolom dan iklan baris. Iklan baris merupakan tampilan promosi yang sederhana, hanya berupa baris kalimat informasi dengan panjang satu hingga sepuluh baris tanpa gambar. Sedangkan iklan kolom merupakan iklan dengan tampilan yang lebih menarik, lengkap dengan gambar atau foto profil usaha tersebut. Ukurannya bisa seperempat hingga satu halaman penuh.

Pemilihan jenis iklan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha kamu. Apabila kamu adalah pemilik usaha warung makan tenda atau skala kaki lima, sebaiknya lebih memilih memasang iklan baris di koran yang bisa dibaca oleh konsumen dari berbagai kelas ekonomi. Begitupun dengan pemilik usaha sekelas resto, akan lebih menarik jika promosi dilakukan dengan iklan kolom yang full colour dengan desain bergambar supaya konsumen juga lebih tertarik mengenal bisnis kamu.

3. Bentuk pesan efektif

Ketika melakukan promosi lewat media cetak, pesan komersial yang ditampilkan sebaiknya dibuat efektif namun tetap menarik untuk dibaca. Kesalahan promosi yang sering dilakukan di media cetak adalah menempatkan produk menggunakan kata-kata yang sulit dipahami.

Sebaiknya, sebutkan keunikan produk yang kamu tawarkan melalui tagline singkat, padat dan menarik supaya mudah diingat. Hindari juga penggunaan kata-kata yang terkesan berlebihan dan mengada-ngada karena hal tersebut akan membuat orang yang membaca akan mengabaikan iklan tersebut.

Leave a Reply