Skip to main content

Cara Membangun Kepercayaan Pelanggan

Sebuah usaha tidak akan berjalan lama tanpa adanya pembeli. Harus ada sikap percaya yang dialami oleh pelanggan untuk loyal terhadap bisnis kita. Banyak yang tidak sadar ketika tim marketing atau sales di sebuah perusahaan hanya meyakinkan dan membujuk pelanggan untuk membeli produknya. Padahal itu salah besar! Harus ada pendekatan khusus supaya konsumen ingin membeli produk sehingga terjadi sebuah kepercayaan.

Menjadi apa adanya merupakan hal yang harus kamu lakukan. Bagaimana mungkin membangun sebuah kepercayaan, tetapi kamu bersikap seperti orang lain? Lebih baik kamu menjadi diri sendiri, baik di depan konsumen atau mungkin mitra bisnis. Dengan menjadi diri sendiri, mereka akan menyadari bahwa kamu memiliki sesuatu yang berharga untuk ditawarkan. Setelah mereka percaya, jangan lupa kamu harus menghargai hubungan yang sudah susah payah dibangun bersama konsumen.

Membangun sebuah hubungan bisa dengan cara menunjukkan bahwa kamu memang tertarik dengan konsumen. Membujuk seseorang akan terlihat tidak apa adanya dan terkesah berlebihan. Untuk mengatasai hal tersebut, ada baiknya perlihatkan bahwa kamu memang tertarik kepadanya sehingga konsumen merasa dihargai dan kamu bisa mempelajari hal baru dan menciptakan koneksi baru. Setelah menunjukkan bahwa kamu tertarik membangun sebuah hubungan kepercayaan, seorang konsumen akan melihat apakah kamu orang yang konsisten atau tidak. Pelanggan akan mudah mempercayai jika melihat sikap kamu seperti apa.

Supaya hubungan yang sudah terjalin berjalan lancar, ada baiknya kamu mengatakan kebenaran. Mulailah untuk bersikap membantu, bukan mencari keuntungan. Karena tanpa disadari mendapatkan seorang pelanggan bukan hal yang mudah karena sekali mereka percaya dengan produk kita, ia akan bersikap loyal tergantung bagaimana kita menjaga kepercayaannya. Katakan yang sebenarnya jika memang produk kita tidak tepat untuk mereka. Tapi kamu bisa menyiasatinya dengan produk lain atau dengan menyebutkan keuntungan yang mereka dapat jika berbisnis dengan kamu. Tak hanya itu, kamu juga harus berpikir terbuka dengan mendengar apa yang mereka butuhkan, apalagi mereka bisa mendapatkan produk yang ama di pesaing kamu. Dengan seperti itu, mereka akan sadar bahwa kamu tidak hanya mengejar keuntungan darinya.

Mendengarkan apa yang ia butuhkan bukan berarti kamu dan dia berbicara hingga ngalor-ngidul. Jangan lupakan bahwa kamu memiliki misi untuk mengenalkan produk. Buatlah sebuah percakapan dengan konsumen secara dua arah yang berarti tidak boleh jika hanya kamu yang berbicara. Biarkanlah si pelanggan berbicara dengan catatan masih berhubungan dengan bisnis, bukan hanya percakapan biasa. kamu juga harus bersikap profesional dengan mempelajari lebih dalam tentang pelanggan kamu. Tantangan atau masalah apa yang biasa mereka hadapi dan industri apa yang mereka jalani, dengan cara itu kamu akan lebih bisa memahami sisi pelanggan sehingga ia melihat bahwa kamu serius dengan pekerjaan atau usaha kamu.

Kepercayaan memang menjadi hal yang penting dalam berbisnis. Namun, setelah mendapat kepercayaan dari pelanggan, ada PR selanjutnya yang tak bisa dilupkan, yaitu kemampuan untuk menambah nilai produk kamu supaya pelanggan tidak kabur ke “toko sebelah”.

::Herti A::

Leave a Reply