Skip to main content

Kesalahan Pengusaha Muda dalam Berbisnis

Para pelaku bisnis tidak bisa dikatakan hanya sebatas orang tua saja yang sudah berpengalaman. Banyak pelaku bisnis yang nyatanya masih kalangan anak muda. Mereka berbondong-bondong untuk mencari sebuah usaha yang bisa menambah tabungan mereka. Namun, jika dilihat tidak sedikit semangat mereka untuk usaha hanya berada di awal bahkan tanpa perhitungan yang matang.

Makanya pada akhirnya usahanya hanya berjalan “seumur jagung” akibat kurangnya persiapan. Di bawah ini terdapat beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh pengusaha muda yang pada akhirnya hanya memberi efek buruk pada perusahaan yang sudah mereka bangun.

1. Banyak Investasi

Biasanya anak muda banyak dipengaruhi oleh faktor emosi dan gengsi. Mereka ingin membuat sebuah usaha yang tampak wah makanya tak sedikit biaya yang mereka keluarkan. Dari perekrutan karyawan yang banyak, sewa kantor mahal, dan perlengkapan kantor yang serba modern. Ketiga hal tersebut hanya akan membuat pengeluaran membengkak. Menurut CEO LeanVest.com—perusahaan konsultan keuangan, Alexa von Tobel, mengatakan seharusnya pengusaha muda harus lebih fokus pada produk dan layanan ketimbang investasi berlebih.

2. Mencampurkan Aset Pribadi dengan Perusahaan

Biasanya, anak muda sering mencampurkan aset pribadi dan perusahaan. Kebiasaan malas untuk memisahkan aset akan berakibat hilangnya aset pribadi saat terjadi masalah. Maka dari itu, kamu harus memisahkan aset-aset tersebut dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.

3. Tidak Selektif Menggunakan Kartu Kredit

Mungkin untuk memudahkan prosesn pengembangan usaha, kamu sebagai anak muda terpaksa menggunakan katu kredit. Jika ingin membeli barang untuk perusahaan maka jangan sesekali memakai uang pribadi begitupun sebaliknya.

4. Tidak Menggaji Diri Sendiri

Mungkin saat akan membuka usaha kamu tampak semangat sehingga tidak memikirkan gaji yang pantas didaptkan. Hal ini salah karena akan memicu kekacauan pada penempatan uang. Sebaiknya tentukan terlebih dahulu berapa gaji yang kamu dapatkan. Jadi, saat kamu membutuhkan uang, sebagai pemilik kamu tidak mengambil uang perusahaan karena sudah digaji dan tak ada alasan sedikit pun menggunakan uang perusahaan untuk pribadi.

5. Memanfaatkan Keuntungan Secara Berlebih

Usaha kamu mungkin sudah berjalan lancar dan sesuai harapan, di mana tentu akan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Namun, ada kalanya saat usaha sudah berjalan, keinginan membeli aset atau barang juga menggelora. Tanpa pikir panjang, sebagai pengusaha muda kamu membeli barang yang akan digunakan nantinya. Namun, saat akan membeli barang kamu juga dituntuk untuk berpikir panjang tentang fungsinya nanti. Jangan sampai saat akan membeli komputer untuk keperluan mengetik saja, kamu malah membeli komputer canggih tanpa memaksimalkan penggunaannya. Maka dari itu, saat akan membeli barang selektif terlebih dahulu.

6. Meremehkan Hal Kecil

Kebanyakan sebagai anak muda terjebak dalam sikap sok tahu dan meremehkan hal kecil karena menganggap bisa me. Padahal hal kecil tersebut merupakan hal penting di mana bisa menjadi masalah di kemudian hari. Misalnya sebagai pengusaha muda, kamu menganggap remeh laporan keuangan dan pajak sehingga saat akan membayar pajak, ada beberapa hal yang membuat perusahaan terkena denda. Biasanya supaya masalah cepat beres, kamu cenderung menggunakan jasa konsultan yang di mana akan lebih mengeluarkan biaya yang lebih tinggi ketimbang merekrut karyawan yang mengurus hal tersebut.

Enam point di atas merupakan beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh pengusaha muda. Namun, sebagai pemula yang berkecimpung dalam bisnis, seudah sepatutnya kamu waspada dan melangkah dengan perhitungan. Jangan sampai sikap optimis yang dimiliki tidak membuat kamu mempersiapkan situasi buruk yang mungkin saja terjadi. Karena sebuah usaha ada kalanya akan mengalami masalah dan kamu dituntut untuk siap menghadapinya.

::Herti A:: Sumber:ciputraentrepreneurship

Leave a Reply